DIES NATALIS KE - 51 DAN WISUDA SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2016/2017

Selasa, 3 Oktober 2017 Universitas Pancasila (UP) menggelar acara Dies Natalis ke-51 dan Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2016/2017 di Jakarta Convention Center (JCC). Dihadiri oleh Ketua Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP), Rektor Universitas Pancasila, Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Apt. Para Guru Besar, Para Anggota Senat, Para Pejabat Struktural, Para Dosen dan Karyawan, seluruh Sivitas Akademika UP, dan Para Wisudawan/wati. 

Wisuda kali ini mengusung tema “Peran Perguruan Tinggi dalam Memperkuat Daya Saing Bangsa melalui Kewirausahaan berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila”. Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Apt. menyampaikan bahwa sebagai universitas yang menyandang nama besar dasar negara, ideologi dan falsafah hidup bangsa Indonesia yaitu Pancasila, maka dilakukan pembangunan karakter melalui mata kuliah Pancasila dan Filsafat Pancasila dalam kurikulum, agar seluruh lulusan memiliki semangat, jiwa, kepribadian dan budaya Pancasila yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.”

Selaras dengan tema wisuda, maka orasi ilmiah kali ini berjudul “Memperkuat Daya Saing Bangsa Melalui Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan, dalam Menyongsong Revolusi Industri ke-4”  yang disampaikan oleh Prof. Intan Ahmad, Ph.D. Ditegaskan bahwa Pada Abad 2, dunia menghadapi new challenges yang dikenal dengan istilah Revolusi Industri 4 (The 4th Industrial Revolution) yang akan berdampak pada semua aspek kehidupan manusia dan menentukan perkembangan ekonomi secara global. Menurut WEF (World Economic Forum) revolusi kali ini merupakan revolusi digital, sinergi antara dunia nyata dan maya serta mengintegrasikan dunia maya berbasis internet dengan dunia industri dan sosial. Adanya revolusi ini mengharuskan perguruan tinggi untuk beradaptasi dengan dunia baru, dan mempersiapkan lulusannya untuk bersaing secara global.

Jumlah wisudawan kali ini berjumlah 1.565 orang, yang diharapkan selain berkarakter Pancasila juga menguasai teknologi sehingga dapat bersaing pada dunia internasional tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai Bangsa Indonesia. Ketua Pembina Yayasan Dr. (HC). Ir. Siswono Yudo Husodo menambahkan agar para lulusan tidak mudah putus asa sewaktu gagal, karena hal tersebut adalah bagian dari berusaha. Bedanya seorang yang sukses dan yang gagal adalah sikapnya dalam menghadapi suatu kegagalan. Seorang yang sukses, setiap kali gagal akan memetik sebuah pelajaran lalu maju kembali. Baginya, berlaku jargon yang berbunyi; ‘setiap pukulan, sepanjang tidak membuatnya mati, akan membuatnya lebih besar’.

 

HUMAS UNIVERSITAS PANCASILA

Marketing UP