PERAN PEREMPUAN DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA HUKUM

Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini yang biasa diselenggarakan pada bulan April, Program Magister Fakultas Hukum Universitas Pancasila mengadakan seminar nasional dengan tema “Peran Perempuan dalam Pengembangan Budaya Hukum”. Tema ini terinspirasi dari pergerakan perempuan di Indonesia yang tentunya tak luput dari pembahasan gerakan yang diusung oleh R. A. Kartini yang adalah pelopor pergerakan kaum perempuan.

Bentuk Seminar Nasional ini bertajuk Pentas Seni Ludruk dan Tari Remo sebagai bentuk apresiasi dan pelestarian terhadap kebudayaan di Indonesia. Yang dikaitkan dengan Konvensi mengenai penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan sebagaimana diratifikasi oleh Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984, serta dikaitkan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Budaya Republik Indonesia dan diintegrasikan dengan kesenian Ludruk dan tarian Remo yang merupakan kesenian tradisional dari Jawa Timur. 

Bertempat di Auditorium Sekolah Pascasarjana Univeristas Pancasila Jl. Borobudur No.7 Jakarta Pusat pada tanggal 20 April 2018, kegiatan ini di hadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Dr. (HC) Susi Pudjiastuti. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Pembina Yayasan Universitas Pancasila Prof. Dr. Edie Toet Hendratno, Sh., M.Si. serta Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Apt yang sekaligus memberikan sambutan.

Tujuan kegiatan ini adalah memperingati hari Kartini tanggal 21 April 2018, Pahlawan Nasional Indonesia yang mempelopori gerakan emansipasi wanita di Indonesia, membuka pandangan akan pentingnya peran perempuan dalam memajukan budaya hukum di Indonesia, dan dengan selesainya seminar ini maka diharapkan pula terbitnya suatu bahan seminar atau buku untuk referensi mengenai PERAN PEREMPUAN DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA HUKUM.





Humas Universitas Pancasila

Marketing UP