Untitled-2.png



Universitas Pancasila kukuhkan Guru Besar ke-16, Prof. Dr. H. Suratno, SE., MM., Ak., CA.

Kamis, 18 Jul 2019, 18:12:01 WIB - 592 View
Share
1/3
Universitas Pancasila kukuhkan Guru Besar ke-16, Prof. Dr. H. Suratno, SE., MM., Ak., CA.
2/3
Universitas Pancasila kukuhkan Guru Besar ke-16, Prof. Dr. H. Suratno, SE., MM., Ak., CA.
3/3
Universitas Pancasila kukuhkan Guru Besar ke-16, Prof. Dr. H. Suratno, SE., MM., Ak., CA.

Universitas Pancasila kembali menambah Guru Besar dalam Bidang Akuntansi Sektor Publik dan Sistem Akuntansi Pemerintahan, Prof. Dr. H. Suratno, SE., MM., Ak., CA. beliau merupakan Guru Besar ke-16 yang telah ditetapkan di Universitas Pancasila (UP). Bertempat di Auditorium Sekolah Pascasarjana UP, Jl. Borobudur Jakarta Pusat (18/07). Hadir pada kegiatan ini Rektor beserta jajajaran, Yayasan Pendidikan dan Pembina UP, Pimpinan Fakultas, Guru Besar, Dosen dan Para Mahasiswa SPSUP. 

Rektor UP, Prof. Dr. Wahono Sumaryono dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Suratno yang berhasil mencapai jenjang jabatan akademik guru besar pada hari ini, menurut beliau penetapan jenjang akademik guru besar dapat dimaknai dalam berbagai perspektif yang pertama hal tersebut sebagai pengakuan negara dan pemerintah atas kompetensi akademik seseorang dalam bidang ilmu yang ditekuninya, kedua merupakan kontribusi yang bersangkutan bagi peningkatan kapasitas dan kualitas input maupun proses dalam seluruh rangkaian tata kelola akademik dalam rangka mencapai kinerja institusi melalui tri dharma perguruan tinggi, ketiga merupakan kewajiban moral dan profesional bagi yang bersangkutan untuk berkontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa melalui orasi ilmiahnya yang berjudul "Prevelensi Sistem Akuntansi Pemerintahan Desa: Suatu Kajian Ethnografi Kritis pada Pemerintahan Desa di Indonesia".

Dalam orasi ilmiahnya ini, Prof. Suratno ingin berbagi informasi kepada kita semua mengenai adanya fluktuasi serapan anggaran yang tidak proporsional diseluruh desa di indonesia pada periode 2015-2018. Hal tersebut secara tidak langsung merepresentasikan belum diterapkannya sistim akuntansi yang baik sehingga dapat menjadi salah satu faktor yang berdampak pada lambatnya pertumbuhan ekonomi desa, dengan memperhatikan berbagai faktor yang terkait dengan tata kelola keuangan desa khususnya masih lemahnya sumber daya manusia, Prof. Suratno mengajak para akademisi bidang akuntansi untuk berkontribusi dalam pembinaan dan penyuluhan sistim akuntansi perekonomian desa sebagai instrumen untuk mempercepat laju pertumbuhan perekonomian di perdesaan sehingga alokasi anggaran desa yang diberikan pemerintah dapat dimanfaatkan secara proporsional, akuntabel dan produktif, ujar Prof. Wahono.

Sebagai penutup, beliau berharap semoga ini dapat menjadi motivasi yang sangat besar kepada seluruh kolega dosen yang ada di lingkungan UP agar dapat segera memacu kinerja akademik dan non-akademiknya dalam rangka mencapai jabatan jenjang guru besar.


"Satu Biru, Biru Pancasila"
HUMAS UNIVERSITAS PANCASILA